MAKALAH
“PANEN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT”

Iil junefri
1311321020
DOSEN
PEMBIMBING : IR. Syafrison, MP
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN PERKEBUNAN
JURUSAN
BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN
POLITEKNIK
PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH
2016
TUJUAN
mahasiswa mengetahui poin-poin tentang proses panen
di perkebunan kelapa sawit, yang terdiri dari :
• Persiapan panen
• Organisasi panen
• Kriteria matang panen
• Kerapatan panen
• Rotasi panen
• Kapasitas panen
• Premi panen
• Pengawasan panen
Pemanenan Kelapa Sawit
• Memotong tandan buah masak, memungut brondolan serta
mengangkut buah dan brondolon ke tempat pengumpulan hasil (TPH)
• Buah dan brondolan yg terkumpul di TPH diangkut ke pabrik
untuk diolah
Persiapan Panen

1. Mutasi TBM ke TM
2. Perbaikan jalan dan jembatan
3. Pemangkasan daun dan buah pasir
4. Pembersihan piringan, pasar tikus dan rintis
malang/tengah; satu pasar/jalan tikus/pikul selebar 1m searah dgn arah barisan tanaman
utara-selatan utk setiap 2 barisan tanaman.
5. Pemasangan titian panen
6. Pembuatan TPH (3 m x 5 m utk areal 2 ha)
7. Pembuatan tangga-tangga dan tapak kuda utk areal berbukit

Kebutuhan tenaga panen harus mengacu pada kebutuhan tenaga
pd saat panen puncak
• Peralatan kerja berbeda berdasarkan tinggi tanaman:
– Alat potong TBS (dodos kecil dan besar, pisau & bambu
egrek, batu asah, kapak)
– Alat bongkar muat (gancu, tojok)
– Alat angkut TBS ke TPH (angkong, keranjang, goni, pikulan)
• Kebutuhan tenaga pemanen dan faktor-faktor penentu:
T = A x C x D x E
B
T = ∑ tenaga pemanen (HK)
A = luas kapel (ha); luas kebun yang harus dipanen tiap
hari (tergantung luas kebun dan rotasi)
B = kapasitas panen (kg/orang/hari)
C = kerapatan panen (%)
D = Rata-rata bobot tandan (kg)
E = ∑ tanaman per ha
Kapasitas panen tergantung kepada kerapatan panen dan
keadaan lahan (topografi) tempat panen
Organisasi panen
• Jumlah tenaga potong buah per mandoran 20 – 25 org. Jumlah
mandoran per afdeling 1.000 ha,maks tiga mandoran.
• Mandor panen menentukan hanca setiap pemanen (jika sistem
hanca tetap)
• Sistem penghancaan panen ada tiga:(1) hanca giring murni,
(2) hanca giring tetap per mandoran, (3) hanca tetap
Hanca: areal panen
yang hrs dipanen oleh pemanen
Kriteria Panen
• Suatu areal dpt
dipanen jika:
– 60% dr seluruh pokok yg hidup dlm areal sdh mencapai
matang panen
– Sebagian buah sdh membrondol secara alamiah, dan
– Bobot tandan rata-rata sdh mencapai 3 kg
Kriteria mutu buah
dan potong buah
• Kualitas potong buah dan kualitas buah
=>kualitas pekerjaan panen, pengawasan, pemeriksaan hasil
panen
• Buah dikatakan masak jika terdapat dua brondolon yg lepas
per kg TBS
• Kriteria matang panen pd Tabel 16; hubungan tingkat
kematangan dan mutu buah pada Tabel 17
Tabel 16. Tingkat kematangan buah pada tan. KS
Fraksi
|
∑
brondolan lepas
|
Derajat
kematangan
|
00
|
Buah masih berwarna hitam, belum ada yg
membrondol
|
Sangat mentah
|
0
|
Buah sdh merah/jingga dan buah luar sdh
membrondol 1 – 12.5 %
|
Mentah
|
1
|
Buah luar sdh membrondol 12.5 - 25 %
|
Hampir matang
|
2
|
Buah luar sdh membrondol 25 – 50 %
|
Matang
|
3
|
Buah luar sdh membrondol 50 – 75 %
|
Matang
|
4
|
Buah luar sdh membrondol 75 – 100 %
|
Lewat matang
|
5
|
Buah bagian dalam buah sdh ikut
membrondol
|
Lewat matang
|
Sumber : Pedoman Teknis No.40, 1984, PPM Medan
|
Tabel 17. Hubungan
Fraksi Buah dengan Kadar Minyak dan Asam Lemak Bebasnya
Fraksi
|
Kadar
Minyak Rata-rata (%)
|
Kadar
ALB Rata-rata
(%)
|
0
|
10,0
|
1,6
|
1
|
21,4
|
1,7
|
2
|
22,1
|
1,8
|
3
|
22,2
|
2,1
|
4
|
22,2
|
2,6
|
5
|
21,9
|
3,8
|
Sumber : Pedoman Teknis No. 40 Tahun 1984, PPM Medan
Kerapatan panen
• Kerapatan panen : perkiraan jumlah pohon yg dapat dipanen
dr seluruh pohon yg ada dalam blok, dihitung secara acak dari sejumlah pohon
tertentu dalam blok tsb
• Pekerjaan tsb disebut taksasi produksi
• Pohon yg dpt dipanen, dg kriteria 2 brondolan per kg
tandan buah sdh jatuh ke tanah, diamati utk semua pohon contoh.
• Taksasi produksi => penyediaan TK dan angkutan buah
Rotasi panen
• Rotasi panen : selang waktu antara satu panen dan panen
berikutnya dalam satu kapel panen tertentu.
• Kapel : luasan areal yg dipanen dalam sekali panen oleh
bbrp pemanen. Setiap afdeling biasanya dibagi menjadi bbrp kapel yg panen, yg
jumlahnya sesuai dengan jumlah hari panen dalam satu rotasi panen.
• Contoh rotasi 3/7 => 3 kapel, masing2 dipanen seminggu
sekali.
• Tergantung pada kelimpahan buah
Sistem panen
• Dua sistem panen yg dipakai : sistem giring penuh dan
sistem hanca tetap.
– Pengertian :
• hanca : luasan areal yg dipanen oleh seorang pemanen dalam
sekali panen
• Pada`sistem hanca tetap, pemanen diberi hanca dg luasan
tertentu dan tidak berpindah-pindah utk panen berikutnya.
Pelaksanaan panen dan
pengumpulan hasil
• Lazimnya pemikul buah adalah pemanen yg memotong tandan
buah
• Untuk memudahkan potong buah pelepah daun di bawah buah
dipotong terlebih dahulu (songgo satu atau songgo dua)
• Semua brondolan dikumpulkan
• Buah dan brondolan diangkut ke TPH,
• Selanjutnya buah dan brondolan diangkut ke pabrik utk
diolah
Premi panen
• Premi panen diberikan kepada pemanen yang memperoleh
panenan melebihi target yang harus dipanen oleh seorang pemanen
• Bertujuan meningkatkan mutu hasil panendan pendapatan
karyawan sesuai dengan jumlah dan mutu hasil yang diperoleh.
Pengawasan panen
Beberapa hal yg perlu mendapat perhatian:
1. Terdapatnya tandan matang yg tdk dipanen
2. Terpotongnya tandan mentah
3. Pemungutan brondolan
4. Terdapatnya TBS panenan dg tangkai panjang
5. Tandan busuk atau tandan kosong agar tdk dikirim ke
pabrik
6. Panenan sedikit mungkin terkontaminasi tanah
7. Pemotongan dan pengaturan daun
8. Koordinasi yg baik dengan petugas transpor TBS
PENGOLAHAN HASIL
·
Buah menjadi CPO (crude palm oil) atau minyak
sawit
·
PKO (palm kernel oil) atau minyak inti sawit
“PEMBAHASAN”
Dalam proses pemanenan kelapa sawit ada beberapa tahap yang
harus diperhatikan untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, yaitu :
Persiapan
panen,Organisasi panen, Kriteria matang panen, Kerapatan panen, Rotasi panen,
Kapasitas panen, Premi panen dan Pengawasan panen.
Dari semua tahap di atas harus ada suatu kerjasama antara
masing-masing pekerja, supaya tujuan dari perusahaan bisa tercapai dan
memberikan nilai positif bagi pekerja.
“KESIMPULAN”
Buah yang yang dipanen harus sesuai dengan kriteria dan
tingkat kematangan buah, untuk lebih jelasnya bisa kita lihat pada tabel
Fraksi
|
∑
brondolan lepas
|
Derajat
kematangan
|
2k
|
Buah luar sdh membrondol 25 – 50 %
|
Matang
|
3
|
Buah luar sdh membrondol 50 – 75 %
|
Matang
|
Jadi,
kriteria buah yang sudah bisa dipanen yaitu pada kondisi buah luar sudah
membrondol 25-75 %, pada kondisi ini buah sudah matang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar